Constituen.com – Nilai tukar rupiah beberapa kali tercatat mendekati tekanan psikologis terhadap dolar AS dalam beberapa bulan terakhir, bahkan sempat menyentuh level yang lebih lemah dari periode awal tahun.
Bank Indonesia (BI)mencatat rupiah sempat berada di kisaran Rp16.800–Rp17.000 per dolar AS dalam beberapa periode perdagangan. Mereka menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar dijaga melalui intervensi di pasar valas dan instrumen moneter lainnya.
Dalam keterangan resminya, BI bahkan menyebut “strategi bauran kebijakan terus dioptimalkan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.”
Namun, tekanan tetap datang dari faktor global seperti kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan arus modal keluar dari negara berkembang. Sejumlah analis menilai kondisi ini membuat rupiah rentan terhadap sentimen eksternal jangka pendek.
Di sisi lain, pemerintah tetap menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih relatif stabil.