“Gaji Tidak Naik, Harga Naik Terus”: Buruh Mengeluh Tekanan Hidup Makin Berat

Constituen.com – Bagi sebagian buruh pabrik di kawasan industri Bekasi, kenaikan harga kebutuhan pokok terasa lebih cepat dibanding kenaikan upah. Mereka menyebut kondisi ini membuat pengeluaran bulanan semakin tidak seimbang.

Siti (34), buruh konveksi, mengatakan bahwa gaji bulanannya sudah tidak cukup seperti dua tahun lalu. “Sekarang serba naik, tapi gaji segitu-gitu aja. Kadang sampai ngutang buat kebutuhan dapur,” ujarnya saat ditemui di kontrakan sederhana.

Menurut laporan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), tekanan biaya hidup menjadi salah satu alasan utama meningkatnya tuntutan revisi upah minimum di berbagai daerah. Serikat buruh menilai formula pengupahan belum mengikuti realitas inflasi pangan.

“Upah riil buruh terus tergerus oleh harga kebutuhan pokok,” kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari Kompas.com.

Di beberapa kawasan industri, buruh juga mengeluhkan biaya transportasi dan kontrakan yang ikut naik. Hal ini membuat banyak pekerja harus mencari pekerjaan tambahan di luar jam kerja utama.

Sebagian buruh muda memilih kerja sampingan seperti ojek online atau jualan kecil-kecilan untuk menutup kebutuhan harian. Namun, mereka mengaku kelelahan semakin menjadi beban baru.

Keluhan ini kembali membuka perdebatan lama tentang keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan daya beli pekerja di lapisan bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!