Constituen.com – Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% dalam lima tahun ke depan merupakan target yang ambisius. Untuk mencapai target tersebut, optimisme saja tidak cukup. Diperlukan kesesuaian yang baik antara prioritas program dan postur anggaran yang tersedia. Politik anggaran harus dirancang dengan tepat.
Jika penanganan sektor ekonomi nasional dilakukan secara biasa-biasa saja, pertumbuhan ekonomi kemungkinan besar hanya akan berada di kisaran 5%. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan, strategi, dan program kerja yang tepat agar dapat merealisasikan pertumbuhan ekonomi 7% hingga 8%.
Pembangunan suatu negara tidak bisa terus bergantung hanya pada sumber daya alam semata. Perlu dorongan yang kuat untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan pasar global sebagai salah satu upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Perubahan paradigma dari pembangunan berbasis sumber daya alam (SDA) ke pembangunan berbasis human capital menjadi langkah penting bagi Indonesia. Sumber daya alam bersifat terbatas dan dapat habis. Selain itu, ketergantungan yang tinggi pada SDA juga rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global serta fenomena ‘resource curse’.
Sebaliknya, investasi pada manusia melalui pengetahuan dan keterampilan akan memberikan nilai yang terus berkembang. Keterampilan yang dibutuhkan tidak hanya hard skills, tetapi juga soft skills seperti kreativitas, kepemimpinan, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi.
Indonesia memiliki populasi muda yang besar. Potensi ini akan optimal jika kita mampu menyediakan pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas sumber daya manusia.