Rupiah Tembus Tekanan Baru, BI Sebut Faktor Global Masih Dominan

Constituen.com – Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan dalam beberapa waktu terakhir, bahkan sempat menyentuh level psikologis yang lebih lemah dibanding periode sebelumnya. Kondisi ini memicu perhatian pelaku pasar dan otoritas moneter.

Bank Indonesia menyebut tekanan terhadap rupiah masih didominasi faktor eksternal, terutama penguatan dolar AS dan ketidakpastian pasar global. Dalam laporan Reuters, rupiah disebut mengalami “bearish sentiment paling kuat sejak 2022” di kawasan Asia.

“Bearish sentiment toward Indonesia’s rupiah has reached its highest level since October 2022,” tulis Reuters dalam laporan analis pasar Asia.

BI menegaskan bahwa intervensi tetap dilakukan di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Namun tekanan global seperti suku bunga tinggi AS dan harga energi tetap menjadi tantangan utama.

Dalam laporan Reuters lainnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa bank sentral akan melakukan “intervensi besar dan berkelanjutan” di pasar domestik maupun offshore.

Meski demikian, pelemahan rupiah tetap berdampak langsung pada biaya impor dan harga barang di dalam negeri, terutama bahan baku industri.

Pelaku usaha kecil mulai merasakan tekanan biaya produksi yang meningkat, yang pada akhirnya berpotensi diteruskan ke harga jual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!