Constituen.com – Harga minyak goreng di berbagai daerah Indonesia masih menunjukkan fluktuasi, dengan disparitas yang cukup lebar antarwilayah. Badan Pangan Nasional mencatat kondisi harga belum sepenuhnya stabil di lapangan.
Dalam siaran resmi Badan Pangan Nasional (Bapanas), disebutkan bahwa harga minyak goreng rakyat Minyakita masih berada di atas atau mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah daerah.
“Minyakita, harga sudah mulai turun, namun masih ada tantangan distribusi,” ujar Deputi Bapanas dalam keterangan resminya.
Data Kemendag juga menunjukkan rata-rata harga Minyakita nasional sekitar Rp15.982 per liter pada pertengahan April 2026.
Meski ada penurunan di beberapa wilayah, distribusi yang panjang masih menjadi faktor utama ketidakmerataan harga di pasar rakyat.
Pemerintah menyebut sistem Domestic Market Obligation (DMO) terus diperkuat untuk menjaga pasokan minyak goreng di dalam negeri.
Namun di lapangan, pedagang masih mengeluhkan harga yang tidak stabil dan sulit diprediksi dari waktu ke waktu.