TikTok Jadi Kelas Politik Baru Anak Muda, Tapi Benarkah Efektif?

Constituen – Bagi sebagian generasi muda, belajar politik kini tidak lagi melalui buku atau seminar.

Cukup membuka TikTok, ribuan video tentang kebijakan pemerintah, pemilu, hingga perdebatan DPR bisa ditemukan dalam hitungan detik.

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah kreator yang membahas isu publik dengan format singkat dan mudah dipahami. Topik seperti kenaikan UKT, revisi undang-undang, hingga pemilu sering masuk daftar tren.

Menurut laporan Digital 2025 dari We Are Social dan Meltwater, TikTok menjadi salah satu platform dengan tingkat konsumsi konten tertinggi di Indonesia, terutama pada kelompok usia muda.

“Dulu anak muda dianggap apatis terhadap politik. Sekarang mereka membicarakannya setiap hari di media sosial, meski formatnya berbeda,” kata pengamat komunikasi digital Ismail Fahmi dalam sejumlah diskusi publik.

Namun para akademisi mengingatkan bahwa format video pendek juga memiliki kelemahan. Banyak isu kompleks disederhanakan secara berlebihan sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Sebagian mahasiswa mengaku TikTok menjadi pintu masuk untuk mengenal isu politik, tetapi mereka tetap mencari informasi tambahan dari media yang lebih lengkap.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ruang pendidikan politik sedang berubah. Tantangannya bukan lagi membuat anak muda tertarik, melainkan memastikan informasi yang mereka terima tetap akurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!