Constituen.com – Kenaikan biaya pendidikan tinggi kembali menjadi sorotan mahasiswa di berbagai daerah.
Banyak mahasiswa menilai Uang Kuliah Tunggal (UKT) semakin berat ditanggung keluarga kelas menengah bawah.
Di salah satu universitas negeri di Jawa Tengah, mahasiswa mengaku adanya penyesuaian UKT yang tidak selalu transparan.
“Orang tua saya kerja serabutan, tapi UKT terus naik. Kami jadi harus cari kerja sambilan,” kata Andini, mahasiswa semester lima.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beberapa kampus menyebut bahwa kenaikan UKT tidak selalu disertai penjelasan yang jelas kepada mahasiswa.
Dalam pernyataan Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), mereka menilai kebijakan biaya pendidikan perlu dikaji ulang agar tidak membebani akses pendidikan.
“Pendidikan tinggi seharusnya semakin inklusif, bukan semakin mahal,” demikian pernyataan BEM SI yang dikutip dari media nasional.
Sebagian mahasiswa akhirnya mengambil pekerjaan paruh waktu, meski hal ini berdampak pada waktu belajar mereka.